Rabu, 10 Mei 2023

Sejarah Kutaraja Singhasari hingga menjadi kecamatan Singosari dari tahun ke tahun

 

Disusun oleh Dayat Bahtiar. Dari berbagai sumber. online dan offline

 Candi Singosari


       Mencari kebenaran informasi  tentang  Singosari, bagaikan mencari jarum dalam jerami.Bagaimana tidak, literatur satu dan yang lain sering tidak nyambung. Maka, Khusus untuk Arsip ini, kami akan perbaharui jika ada informasi baru yang disertai data valid.
       Dikarenakan beberapa informasi kurang nyambung dengan informasi lainnya, maka cara penulisan akan kami atur berdasarkan lini waktunya, mudah-mudahan ini akan bermanfaat untuk kita semua.
    Beberapa Literatur dan bukti sejarah Mengenai tulisan ini  juga menjadi acuan penting  seperti  Foto"  artefak ,  Negara Kertagama , Serat Pararaton  yang kami dapatkan juga lewat online dari berbagai sumber.





- 1191-1922. Ken Arok menjadi akuwu di Tumapel dan berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri yang waktu itu di perintah oleh Raja Kertajaya.
-1222 Kerajaan Singhasari lahir  dengan raja pertamanya Sri Ranggah Rajasa Amurwabhumi. yang dikenalkan oleh serat pararaton sebagai Ken Arok
.   Dengan begitu, anak cucunya yang selanjutnya memerintah Singasari disebut Dinasti Rajasa.


-1222-1247 -  Ken Arok Naik tahta menjadi Raja pertama di Kutaraja yang kemudian bernama Singhasari.
-1247-1248 - Anusapati naik tahta menggantikan Ken Arok
-1248-1268 - Wisnuwardhana naik tahta menjadi raja
-1255  Dibuatnya Prasasti Mulamalurung  yang menceritakan tentang struktur politik Singasari
 Prasasti Mulamalurung
-1268 Wisnuwardhana Meninggal  dan Kertanegara pun naik tahta  menggantikannya

Sebagai raja, Kertanegara bergelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Dia bercita-cita untuk mempersatukan semua wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Singhasari.


-1275  Ekspedisi Pamalayu. Kertanegara mengirim utusan dan pasukan ke Melayu. Pengiriman utusan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan dengan Kerajaan Melayu, sekaligus untuk merebut jalur perdagangan di Selat Malaka guna membendung Kerajaan Sriwijaya.

Kertanegara menganggap bahwa penguasaan Selat Malaka sangat diperlukan untuk menahan kemungkinan adanya serangan dari Mongol yang saat itu diperintah oleh Kaisar KubilaiKhan.


- 1280, 1281, dan 1286 .Kaisar Kubilai Khan saat itu memang sedang giat memperluas kerajaannya. Berkali-kali ia mengirim utusan kepada Kertanegara agar tunduk pada kekuasaan Mongol.

-1289 ,Kubilaikhan  kembali mengirim utusan yang bernama Meng Chi. Kertanegara yang biasanya menolak baik-baik permintaan Kubilai Khan, kali itu merasa marah sekali.

Surat Kubilai Khan yang dibawa Meng Chi dirobek-robek, kemudian utusan tersebut dipotong kedua telinga dan hidungnya, serta rambutnya digunduli. Di kepala Meng Chi, ditulisnya surat balasan yang menyatakan bahwa ia tak akan pernah takluk pada raja mana pun.
Kubilai Khan sangat marah sekali atas perlakuan Kertanegara pada utusannya. Dia langsung mengirim ribuan pasukan ke Pulau Jawa.

-1292 pasukan Kubilaikhan tiba di Jawa , Kertanegara telah wafat karena terjadi pemberontakan Kediri yang dipimpin Jayakatwang.

Namun pada saat terjadi pemberontakan, seorang menantu Kertanegara yang bernama Raden Wijaya melarikan diri ke Madura dan meminta perlindungan Bupati Madura Arya Wiraraja. Dengan bantuan Arya Wiraraja, Raden Wijaya berhasil membentuk pasukan.  Kemudian, begitu mengetahui bahwa pasukan Mongol telah tiba di Jawa, maka Raden Wijaya pun menggunakan muslihatnya. Kepada pasukan Mongol, dikatakannya bahwa Jayakatwang adalah raja Singasari yang mereka cari.

Pasukan Mongol pun menyerang istana Singasari yang telah dikuasai Jayakatwang dan berhasil. Sehingga berakhirlah kekuasaan Jayakatwang di Singhasari.

-1293 .Raden Wijaya Mendirikan Kerajaan Majapahit.
   Kejayaan Majapahit terjadi saat masa pemerintahan Prabu Hayamwuruk dan Patihnya yang terkenal Gajah Mada  dengan sumpah Palapa nya


-1365. Mpu Prapanca membuat Karya Kakawin  Negarakertagama

 

                artefak  Negara Kertagama 

 

-1478 . Majapahit mengalami kemunduran
-1514 . Rui de Brito (Gubernur Portugis Malaka) membuat laporan pada Raja Manoel  Bahwa di Pulau Jawa  ada 2 Raja . Raja Sunda dan Raja Jawa.

-1518-1521. Berangsur-angsur terjadi pergeseran politik Kekuasaan dari Majapahit ke Demak yang di pimpin oleh Adipati Unus ( Putra Raden Patah)
  ---sumber : Majapahit 1478

- 1803 . Lewat laporan kepurbakalaan, Nicolaus Engelhard, seseorang Gubernur Pantai Timur Laut Jawa. dia mengatakan tentang reruntuhan candi di wilayah dataran tandus di Malang.
       Ketika memberikan laporan kepada atasannya, ia mengatakan ada dua alasan pemindahan arca di situs tersebut. Pertama, candi tak lagi menjadi obyek pemujaan. Kedua, banyak bagian candi yang rusak dan ia berusaha untuk menyelamatkan situs arkeologi itu.

Beberapa Arca Penting yang diambil Engelhard waktu itu :

 Patung Ganesha duduk kini ada Di Belanda
Patung Lembu Nandi Kini ada di Belanda
Arca Bhairawa Kertanegara

Patung Airlangga

-1811-1815 . Raffles dengan nama lengkap Sir Thomas Stamford Bingley Raffles  berkebangsaan Inggris, Sebagai Gubernur Letnan 'sisipan' Pemerintah Inggris, dia mengunjungi beberapa reruntuhan bangunan era Hindu Budha pada masa pemerintahannya  antara tahun 1811-1816. termasuk Candi Singhasari.
 Sedikit banyak dia mempunyai jasa mengangkat Jawa secara komprehensif  ke dalam lingkup pengetahuan tingkat Dunia lewat tulisannya yang di bukukan dalam >>" The History Of Java" <<

-1825-1830 Terjadi Perang Diponegoro,  Imam Chamimuddin  yang pernah menjadi laskar Diponegoro masuk wilayah Singosari sekitar tahun 1830-1835.
   Pada saat Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda, Diponegoro masih memikirkan tanah leluhurnya. Sebagai orang jawa, Diponegoro menjunjung tinggi para leluhurnya, termasuk warisan dan wasiatnya, dan leluhur tertinggi dari Pangeran Jawa ini adalah ada di Singosari. Maka dikirimlah sejumlah pasukan khusus ke Singosari untuk melindungi Tanah Leluhur beserta situs" yang menjadi warisan. Mbah Imam Chamimuddin inilah yang kemudian membangun tempat belajar yang sekarang kita kenal menjadi Pesantren Bungkuk yang berlokasi di Pagentan Barat.
-1850  Pondok Pesantren Pertama di Singosari dibangun oleh Mbah Imam Chamimuddin .
setelah Mbah Chamimuddin berpulang, pemangku ponpes dan masjid adalah Mbah Kyai Thohir. dibawah kepemimpinan Kyai Thohir PonPes Bungkuk sempat mengalami kemasyhuran , Bahkan Nama Mbah Thohir masih harum terkenal hingga kini , khususnya dikalangan pelaku tarekat Islam. Mbah Thohir juga merupakan sahabat dari Kyai Kholil dari Bangkalan. Dan kita tahu, Kyai Kholil Bangkalan adalah guru dari 2 Ulama besar yang memiliki organisasi Massa Islam , yakni KH Ahmad Dahlan ( Muhammadiyah) dan KH.Hasyim Asyari ( Nahdlotul Ulama) .


- 1894 Kakawin Negarakertagama diselamatkan oleh J.L.A. Brandes, seorang ilmuwan Belanda yang mengiringi ekspedisi KNIL di Lombok., menyelamatkan isi perpustakaan Raja Lombok di Cakranagara sebelum istana sang raja akan dibakar oleh tentara KNIL.

Jan Laurens Andries Brandes





 

-1901.  Komisi Arkeologi Belanda melaksanakan pennelitian ulang serta penggalian.

berdasarkan data dari Undang-Undang Gubernur Jenderal tanggal 1 Maret 1874, yang termuat dalam Staatsblad Nomor 72 Tahun 1874 dan mulai berlaku tanggal 1 April 1874, menjelaskan bahwa Kabupaten Malang terdiri dari 7 buah Kawedanan (District) dan 21 buah Kecamatan (Onderdistrict).

Ketujuh Kawedanan (District) tersebut adalah Kawedanan Kotta (Malang), Kawedanan Karang Lo (Karanglo), Kawedanan Pakis, Kawedanan Gondanglegi, Kawedanan Penanggungan, Kawedanan Antang (Ngantang), dan Kawedanan Senggoro (Sengguruh).

Wilayah Singosari saat itu masuk dalam wilayah Kawedanan Karang Lo (Karanglo) yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Panggetan (Pagentan), Lawang, dan Karangploso. Kedudukan kantor Wedana berada di Panggetan (Pagentan) yang terakhir ditempati oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang.

Pada tahun 1919 pemerintah Hindia Belanda melakukan perubahan penataan wilayah dengan dikeluarkannya Staatsblad Nomor 2 Tahun 1919. Kawedanan Karanglo berubah menjadi Kawedanan Singosari yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Singosari, Karangploso, dan Jabung. Kedudukan kantor Wedana tetap berada di Panggetan (Pagentan)

Baca artikel detikjatim, "Struktur Batu Kuno Ditemukan di Singosari Malang" selengkapnya https://www.detik.com/jatim/budaya/d-6240452/struktur-batu-kuno-ditemukan-di-singosari-malang.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
berdasarkan data dari Undang-Undang Gubernur Jenderal tanggal 1 Maret 1874, yang termuat dalam Staatsblad Nomor 72 Tahun 1874 dan mulai berlaku tanggal 1 April 1874, menjelaskan bahwa Kabupaten Malang terdiri dari 7 buah Kawedanan (District) dan 21 buah Kecamatan (Onderdistrict).

Ketujuh Kawedanan (District) tersebut adalah Kawedanan Kotta (Malang), Kawedanan Karang Lo (Karanglo), Kawedanan Pakis, Kawedanan Gondanglegi, Kawedanan Penanggungan, Kawedanan Antang (Ngantang), dan Kawedanan Senggoro (Sengguruh).

Wilayah Singosari saat itu masuk dalam wilayah Kawedanan Karang Lo (Karanglo) yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Panggetan (Pagentan), Lawang, dan Karangploso. Kedudukan kantor Wedana berada di Panggetan (Pagentan) yang terakhir ditempati oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang.

Pada tahun 1919 pemerintah Hindia Belanda melakukan perubahan penataan wilayah dengan dikeluarkannya Staatsblad Nomor 2 Tahun 1919. Kawedanan Karanglo berubah menjadi Kawedanan Singosari yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Singosari, Karangploso, dan Jabung. Kedudukan kantor Wedana tetap berada di Panggetan (Pagentan)

Baca artikel detikjatim, "Struktur Batu Kuno Ditemukan di Singosari Malang" selengkapnya https://www.detik.com/jatim/budaya/d-6240452/struktur-batu-kuno-ditemukan-di-singosari-malang.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-1911-1919 berdasarkan data dari Undang-Undang Gubernur Jenderal tanggal 1 Maret 1874, yang termuat dalam Staatsblad Nomor 72 Tahun 1874 dan mulai berlaku tanggal 1 April 1874, menjelaskan bahwa Kabupaten Malang terdiri dari 7 buah Kawedanan (District) dan 21 buah Kecamatan (Onderdistrict).

Ketujuh Kawedanan (District) tersebut adalah Kawedanan Kotta (Malang), Kawedanan Karang Lo (Karanglo), Kawedanan Pakis, Kawedanan Gondanglegi, Kawedanan Penanggungan, Kawedanan Antang (Ngantang), dan Kawedanan Senggoro (Sengguruh).

Wilayah Singosari saat itu masuk dalam wilayah Kawedanan Karang Lo (Karanglo) yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Panggetan (Pagentan), Lawang, dan Karangploso. Kedudukan kantor Wedana berada di Panggetan (Pagentan) yang terakhir ditempati oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang.

Pada tahun 1919 pemerintah Hindia Belanda melakukan perubahan penataan wilayah dengan dikeluarkannya Staatsblad Nomor 2 Tahun 1919. Kawedanan Karanglo berubah menjadi Kawedanan Singosari yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Singosari, Karangploso, dan Jabung. Kedudukan kantor Wedana tetap berada di Panggetan (Pagentan)
berdasarkan data dari Undang-Undang Gubernur Jenderal tanggal 1 Maret 1874, yang termuat dalam Staatsblad Nomor 72 Tahun 1874 dan mulai berlaku tanggal 1 April 1874, menjelaskan bahwa Kabupaten Malang terdiri dari 7 buah Kawedanan (District) dan 21 buah Kecamatan (Onderdistrict).

Ketujuh Kawedanan (District) tersebut adalah Kawedanan Kotta (Malang), Kawedanan Karang Lo (Karanglo), Kawedanan Pakis, Kawedanan Gondanglegi, Kawedanan Penanggungan, Kawedanan Antang (Ngantang), dan Kawedanan Senggoro (Sengguruh).

Wilayah Singosari saat itu masuk dalam wilayah Kawedanan Karang Lo (Karanglo) yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Panggetan (Pagentan), Lawang, dan Karangploso. Kedudukan kantor Wedana berada di Panggetan (Pagentan) yang terakhir ditempati oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang.

Pada tahun 1919 pemerintah Hindia Belanda melakukan perubahan penataan wilayah dengan dikeluarkannya Staatsblad Nomor 2 Tahun 1919. Kawedanan Karanglo berubah menjadi Kawedanan Singosari yang terdiri dari 3 Kecamatan yaitu Singosari, Karangploso, dan Jabung. Kedudukan kantor Wedana tetap berada di Panggetan (Pagentan)

Baca artikel detikjatim, "Struktur Batu Kuno Ditemukan di Singosari Malang" selengkapnya https://www.detik.com/jatim/budaya/d-6240452/struktur-batu-kuno-ditemukan-di-singosari-malang.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/


-1934-1937  Departemen Survey Arkeologi Hindia Belanda Timur merestorasi  Candi Singosari




     Dan sejak saat itu, Candi SIngosari tidak mengalami perubahan besar, kecuali informasi arca" yang hilang di sekitar Candi hingga saat ini . Di era ini, Singhasari berubah nama menjadi Singosari. Wilayah Singosari menjadi sebuah Kawedanan yang dipimpin oleh seorang Wedono.  Kawedanan Singosari menjadi wilayah bagian dari Karesidenan Malang.


1942 - 1945 . Jepang Mendarat ke tanah Jawa untuk melakukan ekspansi. Dan Mengambil alih pemerintahan Hindia Belanda.

   Selama Penjajahan Jepang tidak ada perubahan yang signifikan di wilayah karesidenan Singosari

Era Setelah Kemerdekaan 

 Setelah Indonesia memplokamirkan kemerdekaan, selama beberapa tahun situs-situs sejarah tidak menjadi prioritas dalam pembangunan, saat itu situasi politik di Indonesia masih belum stabil sebagai negara baru yang berdaulat, bahkan masih ada campur tangan dari luar negri , terutama negara" sekutu yang masih menginginkan Nusantara kembali menjadi negara sapi perah mereka.Puncaknya tahun 1965, kondisi politik mengalami kekalutan dan memakan korban ribuan warga , termasuk di wilayah kawedanan Singosari. 

Saat itu Kawedanan Singosari terdiri dari 4 kecamatan, yakni Lawang, Singosari, Jabung, Karangploso dan Dau.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar