Jumat, 26 Juli 2024

 Silsilah raja raja Mataram pertama hingga Sultan jogja dan Pangeran Pakualaman sejak 1575

Sy teruskan ke atas....ki Ageng Pamanahan bin Ki Ageng Enis bin Ki Ageng Sela bin Ki Getas Pandawa bin Dyah Lembu Peteng/Bondan Kejawan bin Prabu Kertabumi bin Rajasawardhana bin Kertawijaya bin Aji Wikramawardana bin Shinghawardana Dyah Sumana (Suami Rajasaduhita Dyah Nertaja)



Rabu, 24 Juli 2024

SILSILAH IBUNDA PANGERAN DIPONEGORO

 SILSILAH IBUNDA PANGERAN DIPONEGORO



Sri Prabu Brawijaya V, raja Majapahit ke VII mempunyai putra 117 orang.Setelah runtuhnya Nagari Majapahit pada tahun 1478 M semua putra Raja Brawijaya V keluar dari istana dan menyebar berkelana. Salah satunya adalah putra bungsunya yaitu putra ke 117 yang bernama Raden Joko Dolog, Beliau berkelana dan bertapa di pinggir Kali Progo dan berganti nama Wasi Bageno.Setelah beberapa bulan bertapa di Kali Progo, Wasi Bageno meneruskan perjalanan dan berguru kepada Sunan Kalijaga di Gunung Jambalkat di Tanah Bayat, disana beliau mendapat wejangan agama Islam dan berpindah menganut agama Islam. Setelah beberapa bulan di Gunung Jabalkat dan dirasa ilmunya sudah cukup, beliau kemudian diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk turun dan menyebarkan agama Islam. Akhirnya Wasi Bageno atau Raden Joko Dolog kemudian mendirikan sebuah Dukuh yang dinamakan Pedukuhan Jatinom dan menyebarkan agama Islam disana hingga wafatnya dan dimakamkan di Jatinom.
Raden Joko Dolog menurunkan :
1. Nyai Ajeng Pangeran Panggung wasisworo
2. Wasi Djiwo
Nyai Ajeng Pangeran Panggung Wasisworo menikah dengan Pangeran Panggung Wasisworo . Pangeran Panggung Wasisworo adalah putra dari Pangeran Kundurawan I , P. Kundurawan atau Raden Pamekas adalah putra dari raja Brawijaya IV. Setelah runtuhnya Nagari Majapahit , P Kundurawan melarikan diri ke tanah Cirebon dan berguru kepada Sunan Mojogung I , setelah berpindah agama Islam diberi nama Pangeran Kundurawan I . Beliau wafat dan dimakamkan di Cirebon .
Dari pernikahan Nyai Ajeng Pangeran Panggung Wasisworo menurunkan :
1. Kanjeng Pangeran Alas , wafat dan dimakamkan di Delanggu.
Pangeran Alas menurunkan :
1. Tg Parampelan , Mantri Pajang.
2. Pangeran Pangalasan Domas.
Tumenggung Parampelan:
Tumenggung Parampelan menikah dengan putri Tg Mayang Pajang berputra :
1. Ki Ageng Parampelan II
2. Raden Ayu Benowo, menikah dengan Pangeran Benowo Putra Sultan Hadiwijaya Pajang
Dari pernikahan R Ay Benowo dengan Pangeran Benowo menurunkan :
Nyai Gendung Barung
Pangeran Pangalasan Domas:
Pangeran Pangalasan Domas menurunkan Pangeran Tumenggung,
P. Tumenggung Pengalasan menurunkan Kyai Gendung Barung.
Kyai Gendung Barung menikah dengan putri Pangeran Benowo Pajang menurunkan Kyai Gendung Barung II,
Kyai Gendung Barung II menurunkan Kyai Gendung Barung III ,
Kyai gendung Barung III menurunkan Kyai Nurngalim I,
Kyai Nur Ngalim I menurunkan Kyai Nur Ngalim II,
Kyai Nur Ngalim II menurunkan Kyai Nur Ngalim III,
Kyai nur Ngalim III menurunkan Kyai Ngabehi Singat Sedoso,
Kyai Ngabehi Singat Sedoso menurunkan Raden Ayu Mangkorowati, R Ay Mangkorowati menjadi garwa ampil Sri Sultan Hamengkubuwana III menurunkan RM Ontowiryo setelah dewasa bergelar KPH Diponegoro dan lebih dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro
(sinau sejarah nuswantoro)

9 orang Raja-Raja Eropa

 ini adalah foto yang diambil pada tahun 1910. Yang memperlihatkan 9 orang Raja-Raja Eropa yang sedang berkumpul saat Pemakaman Raja Edward VII. namun berselah 4 Tahun kemudian setelah foto ini diabadikan, Ke 9 Raja ini saling berperang Satu sama Lain. 

Selasa, 23 Juli 2024

BALOK DINGIN YANG MAHAL



Jika kita masih berfikir batu es baru ada saat terciptanya kulkas di Indonesia tentu anda salah.
Tahun 1846 balok es sudah sampai ke Batavia dikirim langsung dari Amerika via Boston.
Tepatnya tanggal 18 November 1846.
Hadirnya es batu pada saat itu menghebohkan masyarakat Indonesia heboh.
Es batu pertama kali dipesan oleh Roselie En Co untuk tentu saja hanya kalangan kaum elit Belanda yang berada di kawasan Batavia yang menikmatinya.
Es batu merupakan hidangan yang mewah pada masanya. 500 gram es batu pada saat itu harganya sekitar 10 sen Gulden, atau setara dengan 87.000 Rupiah.
Pada tahun 1870, Indonesia tidak mengimpor es batu lagi dari Amerika Serikat, karena sudah ada pabrik es batu di Batavia, sekarang Jakarta yang dipelopori oleh Kwa Wan Hong.
Dengan meningkatnya peminat es batu, Hong mulai meluaskan produksi pabrik es nya di berbagai daerah yang ada di Indonesia, salah satunya di Semarang pada tahun 1895.
Pada abad ke-20 hingga abad ke-21, es batu bisa dinikmati oleh semua orang dan dapat dibuat sendiri.
Dari berbagai sumber

Kamis, 18 Juli 2024

SI RAJA BATAK

 



Si Raja Batak adalah tokoh legendaris yang dianggap sebagai nenek moyang dari Suku Batak, yang mendiami wilayah sekitar Danau Toba di Sumatra Utara. Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai Si Raja Batak:

Legenda dan Mitos

Asal Usul:
Menurut legenda Batak, Si Raja Batak turun dari kayangan ke bumi dan menetap di sekitar Pusuk Buhit, sebuah gunung suci di sekitar Danau Toba. Dari sini, ia dan keturunannya kemudian menyebar ke seluruh wilayah yang sekarang dikenal sebagai tanah Batak.

Turun dari Langit:
Dikisahkan bahwa Si Raja Batak adalah keturunan langsung dari Mulajadi Nabolon, dewa tertinggi dalam mitologi Batak. Ia turun ke bumi bersama dengan istri dan keluarganya untuk memulai kehidupan di dunia.

Peran dan Pengaruh
Leluhur Suku Batak:
Si Raja Batak dianggap sebagai leluhur dari semua marga (klan) Batak. Setiap marga Batak mengklaim keturunan dari anak-anak dan cucu-cucu Si Raja Batak, yang kemudian berkembang menjadi marga-marga seperti Siregar, Harahap, Nasution, Sinaga, Siahaan, Simanjuntak, dan lain-lain.

Sistem Kekerabatan:
Dalam budaya Batak, sistem kekerabatan sangat penting. Marga-marga yang ada saat ini masih sangat menghormati hubungan genealogis mereka dengan Si Raja Batak, dan ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial dan adat mereka.

Warisan dan Budaya
Adat Istiadat:
Banyak adat istiadat Batak yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur, termasuk Si Raja Batak. Upacara adat seperti Mangokkal Holi (pemindahan tulang belulang leluhur) menunjukkan penghormatan yang mendalam terhadap leluhur.

Pusuk Buhit:
Pusuk Buhit, tempat yang diyakini sebagai asal mula Si Raja Batak, dianggap suci dan sering dikunjungi oleh orang Batak sebagai tempat ziarah. Tempat ini juga menjadi simbol identitas dan warisan budaya Batak.

Marga Batak
Perkembangan Marga: Anak-anak dan cucu-cucu Si Raja Batak, melalui perkawinan dan penyebaran, membentuk marga-marga yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Sumatra Utara. Setiap marga memiliki sejarah dan mitosnya sendiri, namun semuanya kembali kepada Si Raja Batak sebagai leluhur utama.

Struktur Sosial:
Sistem marga ini menciptakan struktur sosial yang kompleks dan saling terhubung dalam masyarakat Batak. Perkawinan antar marga, hubungan dongan tubu (saudara sedarah), hula-hula (keluarga pihak ibu), dan boru (keluarga pihak istri) semuanya diatur dengan ketat dalam sistem adat Batak.

Identitas dan Kebanggaan
Identitas Suku Batak:
Si Raja Batak menjadi simbol identitas bagi Suku Batak, mengingatkan mereka akan asal usul dan warisan mereka. Kebanggaan akan leluhur ini menjadi bagian integral dari budaya dan kebanggaan Suku Batak.

Pelestarian Budaya:
Cerita dan legenda tentang Si Raja Batak terus diceritakan dan dilestarikan melalui cerita lisan, upacara adat, dan pendidikan budaya, memastikan bahwa warisan ini tetap hidup di generasi mendatang.

Si Raja Batak bukan hanya tokoh legendaris dalam mitologi Batak, tetapi juga simbol yang mempersatukan dan mengingatkan Suku Batak akan asal usul dan warisan budaya mereka.

Image hanya pemanis dan rekayasa teknologi
#batak #sukubatak

Rabu, 17 Juli 2024

WIKRAMAWARDANA

 WIKRAMAWARDANA




Wikramawardhana dalam Pararaton bergelar Bhra Hyang Wisesa Aji Wikramawardhana. Nama aslinya adalah Gagak Sali. Ibunya bernama Dyah Nertaja, adik Hayam Wuruk, yang menjabat sebagai Bhre Pajang. Sedangkan ayahnya bernama Raden Sumana yang menjabat sebagai Bhre Paguhan, bergelar Singhawardhana.

Permaisurinya, yaitu Kusumawardhani adalah putri Hayam Wuruk yang lahir dari Sri Sudewi disebut juga Paduka sori. Dalam Nagarakretagama (ditulis 1365), Kusumawardhani dan Wikramawardhana diberitakan sudah menikah. Padahal waktu itu Hayam Wuruk baru berusia 31 tahun. Maka, dapat dipastikan kalau kedua sepupu tersebut telah dijodohkan sejak kecil.

Dari perkawinan itu, lahir putra mahkota bernama Rajasakusuma bergelar Hyang Wekasing Sukha, yang meninggal sebelum sempat menjadi raja.

Pararaton juga menyebutkan, Wikramawardhana memiliki tiga orang anak dari selir, yaitu Bhre Tumapel, Suhita, dan Kertawijaya.

Bhre Tumapel lahir dari Bhre Mataram putri Bhre Pandansalas. Ia menggantikan Rajasakusuma sebagai putra mahkota, tetapi juga meninggal sebelum sempat menjadi raja.

Kedudukan sebagai pewaris takhta Majapahit kemudian dijabat oleh Suhita yang lahir dari Bhre Daha putri Bhre Wirabhumi.

Senin, 15 Juli 2024

Ornamen masa Dharmawangsa Teguh

 Komponen ornamen yg serupa antara pentirtaan belahan pasuruan & pentirtaan dewi sri di magetan Jawa timur.

Pentirtaan belahan memiliki sengkalan/kronogram berangka tahun 931 saka (1009 M). Kira2 bertepatan dengan masa berkuasa Medang periode Jawa timur dibawah Darmawangsa Teguh.
Sekitar kompleks pentirtaan Dewi sri ditemukan beragam artefak seperti tujuh miniatur rumah/lumbung, tujuh fragmen arca, satu palung batu, satu fragmen yoni, satu sumur kuno, dan satu fragmen kemuncak.
Di atap miniatur rumah terdapat 2 inskripsi yg berangka tahun 983 M (masa Raja Makutawangsawardana) & 995 M (masa Raja Darmawangsa teguh).

Sabtu, 13 Juli 2024

Warung Asem dan Laskar Diponegoro


 Ketika perang Diponegoro pecah pada tahun 1828, banyak prajurit serta laskar Pangeran Diponegoro yang diletakkan di Batang, khususnya Kyai Surgijatikusumo sebagai Panewu. Panewu sendiri bisa diartikan sebagai abdi yang membawahi sekitar 1.000 prajurit. Kyai Surgijatikusumo bersahabat dengan Kyai Tholabudin yaitu seorang ulama di desa Masin kala itu. Mendengar perjuangan Pangeran Diponegoro lewat Kyai Surgijatikusumo, banyak masyarakat sekitar yang simpati dan mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro.

Kemudian Kyai Surgijatikusumo bersama Kyai Tholabudin menyusun strategi dengan sandi-sandi khusus yang hanya diketahui oleh prajurit serta laskar Pangeran Diponegoro, sehingga tempatnya tidak dicurigai oleh Belanda dan antek-anteknya kala itu. Dengan membangun sebuah warung yang ditanami pohon asem jawa yang ditanam berjajar, bila dirumah diselingi dengan pohon sawo berjajar dan ada sumur yang berada dibelakang sebelah kiri. Ciri-ciri itu yang digunakan untuk mengenali sesama prajurit dan laskar Pangeran Diponegoro.
Warung itu dipergunakan sebagai tempat bertemunya telik sandi Pangeran Diponegoro menyampaikan informasi, sehingga tidak dicurigai oleh Belanda dan antek-anteknya. Seiring berkembangnya jaman, Warung yang ditanami pohon asam jawa berjajar yang sekaligus sebagai sandi atau kode etik bagi prajurit dan laskar Pangeran Diponegoro itu dikenal dengan sebutan WARUNG ASEM. Dan Saat ini tempat warung itu berdiri menjadi sebuah desa dan terus berkembang menjadi salah satu kecamatan di Batang yaitu KECAMATAN WARUNGASEM.
Tentang ketokohan dan penggunaan sandi menggunakan pohon asem jawa, pohon sawo serta sumur yang ada dibelakang sebelah kiri, juga pernah disinggung dalam pertemuan di Rumah Sogan Pekalongan dengan tema Prajurit dan Laskar Pangeran Diponegoro yang Ada di Pekalongan.
Sedikit cerita ini bersumber dari Uztadz Ramelan (Alm) Masin ketika beliau masih hidup dan menjabat sebagai wakil ketua Paguyuban Tosan Aji Abirawa Kabupaten Batang.

Jumat, 12 Juli 2024

Sunda Land Map


 

🇮🇩 Dataran Sunda, sebuah dataran yang awalnya ada namun sudah tenggelam seiring zaman dikarenakan naiknya permukaan air laut.

Lihatlah pulau sumatra, jawa dan kalimantan masih menyatu saat itu ðŸ˜® pantas hewan seperti harimau juga ditemukan di pulau sumatra dan jawa, karena mereka bisa berjalan tanpa menyeberangi lautan kala itu.

Rabu, 10 Juli 2024

uang gulden jaman Belanda


Dulu uang gulden ini adalah alat pembayaran yang sah jaman Belanda nama mata uangnya gulden yang dikeluarkan oleh Djavache Bank, Hal ini didasarkan pada pengalaman bahwa pada tahun 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang.
Semua tanggapan

Belanda mendirikan VOC

 Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan VOC. Sebelumnya, pada 1596, empat kapal dagang yang dipimpin Cornelis de Houtman mendarat di Banten. Dengan kapal yang dipenuhi muatan rempah-rempah, mereka kemudian kembali ke Belanda. Kesuksesan mereka ini memicu para pedagang Belanda untuk datang ke Nusantara


peta kuno bangsa Indonesia ternyata tersimpan di Garut,

 apa yang sangka, peta kuno bangsa Indonesia ternyata tersimpan di Garut, lebih tepatnya di Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong?

Semua ini berawal dari Denys Lombard, seorang pengajar sejarah Asia Tenggara di Paris, meyakini bahwa Kepulauan Hindia telah mengenal peta sebelum kedatangan orang-orang Eropa pertama. Untuk bukti otentik memang belum ditemukan, tetapi peta salinannya tersimpan di Desa Ciela.
Keyakinannya muncul dari sejumlah tulisan kuno, Sejarah Yuan pada masa Dinasi Ming menyebut Kubilai Khan membawa sebuah peta negeri beserta daftar penduduknya setelah menyerang Singasari. Lombard juga mendengar kesaksian Fransisco de Varthema yang menyebrang dari Borneo ke Jawa bersama awak kapal dengan membawa peta dan garis-garis arah angin.
Alfonso d’Albuquerque, pelaut asal Portugis, juga menyaksikan sepucuk surat dan peta dengan keterangan bahasa Jawa yang hilang bersama yang karam di selat Malaka. Mengutip dari kompas, pemerhati budaya Nunus Supardi (23/8/18) mengatakan bahwa tahun 1862, pejabat Belanda J.C Lammers van Toorenburg menugasi filolog Frederik Karel Holle untuk mempelajari peta kuno di Desa Ciela, Garut. Peneliti Caspar Wieder juga menyebutkan bahwa di Desa Ciela ada seseorang yang menyimpan peta kuno dari bahan kulit kayu yang disebut dluwang.
Tahun 1976, Peta Ciela diteliti lagi oleh ahli geologi Indonesia. Hasil peneliti Kusmiadi dipresentasikan dalam Konferensi Internasional Ketujuh tentang Sejarah Kartografi pada 1977. Terinspirasi dari paparan tersebut, penulis buku Prof. P. D. A Harvey mengulas bahwa Peta Ciela mirip peta masa awal Dinasti Han dari China.
Tahun 1984, Joseph E. Schwratzberg, seorang ahli geografi yang penasaran dengan penelitian Kusmiadi mendatangi desa Ciela dan menulis khusus tentang Peta Ciela. 6 tahun setelahnya, peta itu didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter televisi berjudul The Shape of the World.
Peta Ciela terbuat dari kain putih berukuran 1x2 meter yang menggambarkan wilayah yang cukup luas dan cukup detil, mencakup provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, sampai Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Ada yang menyebutkan peta aslinya sudah musnah karena terbakar dan hilang tenggelam bersama kapal yang mengangkutanya. Salinan petanya kemudian disimpan secara turun temurun oleh keluarga Ihak Lukman di Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Mungkin gambar 6 orang dan teks
Semua tanggapan:
951

Senin, 08 Juli 2024

TENGGELAM NYA FLOR DE LA MAR



SIMBOL KESERAKAHAN PENJAJAH

SEJARAH KAPAL FLOR DE LA MAR
Flor de la Mar (atau Flor do Mar) adalah kapal Portugis terkenal dari era penjelajahan maritim. Dibuat di Lisbon pada tahun 1502, kapal ini berukuran sangat besar untuk zamannya dan digunakan dalam banyak ekspedisi penting di Samudra Hindia.

1. KONSTRUKSI & EKSPEDISI AWAL (1502 - 1506)
- Flor de la Mar dibangun pada tahun 1502 dan segera digunakan dalam perjalanan ekspedisi ke India di bawah komando Vasco da Gama.
- Kapal ini berlayar ke berbagai bagian Asia, termasuk India dan Malaka, membawa barang-barang berharga dan memperkuat kehadiran Portugis di wilayah tersebut.

2. PENAKLUKAN MALAKA (1511)
- Pada tahun 1511, Flor de la Mar berpartisipasi dalam penaklukan Malaka oleh Portugis di bawah komando Afonso de Albuquerque. Penaklukan ini sangat penting karena Malaka adalah pusat perdagangan utama di Asia Tenggara.
- Setelah penaklukan, kapal ini diisi dengan harta rampasan dari Malaka, termasuk emas, perak, dan barang-barang berharga lainnya.

TENGGELAMNYA FLOR DE LA MAR
1. PERJALANAN MENUJU PORTUGAL (1511)
- Setelah keberhasilan di Malaka, Afonso de Albuquerque memutuskan untuk mengirim sebagian besar harta rampasan tersebut ke Portugal menggunakan Flor de la Mar untuk dipersembahkan kepada Raja Portugis.
- Kapal ini memulai perjalanan pulangnya pada bulan November 1511, tetapi menghadapi badai besar di Selat Malaka.
- Sebelumnya kapal sudah bermasalah dengan kebocoran dan perbaikan berkali-kali, tapi dipaksakan membawa muatan berlebih untuk dibawa ke Portugal.

2. KARAM DI LAUT (NOVEMBER 1511)
- Flor de la Mar tenggelam di lepas pantai Sumatra pada bulan November 1511 akibat badai besar.
- Kapal ini hancur dan seluruh harta yang dibawanya hilang di laut. Banyak awak kapal dan penumpang yang turut tenggelam, tetapi Afonso de Albuquerque berhasil selamat menggunakan sekoci kecil bersama beberapa anak buahnya.

MUATAN KAPAL
Flor de la Mar diketahui membawa muatan yang sangat berharga saat tenggelam, termasuk:
- Diperkirakan sekitar 60 ton emas.
- Perak dalam jumlah besar.
- Permata dan barang-barang berharga lainnya.
- Barang-barang seni dan artefak dari Malaka.
- Rempah-rempah dan komoditas lainnya yang sangat bernilai pada masa itu.

WARISAN FLOR DE LA MAR
Tenggelamnya Flor de la Mar merupakan salah satu tragedi maritim terbesar pada masa itu, mengingat nilai harta yang hilang dan signifikansi sejarahnya. Hingga kini, bangkai kapal dan harta karunnya belum ditemukan, membuatnya menjadi salah satu misteri besar dalam sejarah maritim. Pencarian terhadap kapal ini terus berlanjut, menarik minat sejarawan, arkeolog, dan pencari harta karun di seluruh dunia. Apakah anda tertarik mencarinya?? ☺

Sumber referensi :
1 "A History of the Portuguese Overseas Expansion 1400–1668" oleh Malyn Newitt.
2 "The Last Crusade: The Epic Voyages of Vasco da Gama" oleh Nigel Cliff.
3 "Conquerors: How Portugal Forged the First Global Empire" oleh Roger Crowley
4 "International Journal of Maritime History" dan "Journal of Early Modern History.
5 National Geographic, Wikipedia dan berbagai sumber lain.