Rabu, 03 Juli 2024

Lingga yoni

 Siapapun pelakunya ia adalah orang yang paham mengenai anatomi bangunan suci. Lubang ini dibuat pada waktu itu lingga masih berdiri di atasnya, serta mungkin dinding Garbhagrha masih bediri utuh.

Cara mudah melepas Lingga dengan ukuran besar cengan cara menggulingkan yoni. Dimana kemudian karena perbedaan berat lingga dan ketebalan yoni ini dapat mengakibatkan cerat patah atau lingga/yoni yang terbelah. Yoni Merak memang ditemukan dalam kondisi terbelah, belahan ini terjadi karena yoni dan lingga terguling bersamaan. Sudah adanya lubang sebelumnya mempermudah proses terbelahnya ini.
Garbhagrha Merak cukup sempit, dan tidak memungkinkan untuk menggulingkan yoni beserta lingganya karena membutuhkan ruang lebih lebar. Maka, untuk mengambil sesuatu yang tersimpang dibawah lingga langkah paling mudah adalah melubangi yoni dari samping.
Pelaku masuk dari pintu, tinggal duduk dan bekerja, mudah. Cuma titik yang ia ambil juga menarik, ia jelas tahu anatominya, karena tidak semua orang awam tahu jika lubang pada lingga memiliki ukuran dan perbandingan hingga pekerjaannya tepat sasaran.
Lama kemudian garbhagrha Candi Merak runtuh, baru setelah itu yoni ini teruling dan mengakibatkan ia pecah. Lingganya lepas, dan berakhir sudah.
Oh iya, ini belum tentu maling dan dilakukan secara ilegal. Bisa jadi memang disengaja oleh para Acharya penanggung jawab bangunan suci ini, oleh karenanya mungkin ia bisa secara bebas melakukan itu. Motifnya, ya mungkin karena candi tidak digunakan lagi dan dibiarkan hilang ditelan alam, namun unsur "inti"nya sudah terselamatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar