Jadi ngide, bisa jadi bukan karena "pemahaman yang salah" tapi karena memang para kawi waktu itu sengaja menjatuhkan kewibaan dewa-dewi India dan mengangkat kepercayaan lokal. Mungkin mereka udah bosan dengan konsep segala ritual yang Ngindia, dan mencoba membangkitkan tradisi lokal.
Mirip2lah dengan masa2 ke emasan Ka-punjanggan awal abad 19 dulu yang juga betebaran sastra anti Islam. Selain makin sedikitnya guru yang mumpuni yang mampu menjelaskan tetek bengek yang ribet mengenai konsep ketuhanan, hingga menyebabkan redupnya kepercayaan pada Agama Impor dan mencoba beralih kepada tradisi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar