Selasa, 02 Juli 2024

Lahirnya Joko Tingkir

 Ketika Sri Makurung Prabu Handayaningrat dengan bergelar sebagai Ki Ageng Pengging Sepuh menjadi penguasa Pengging untuk menyelamatkan keberadaan Majapahit yang saat itu sudah runtuh, maka mau tidak mau harus berbenturan dengan Kerajaan Demak Bintara yang pada saat itu gencar mencari para simpatisan Majapahit untuk ditaklukkan.

Karena Pengging tidak mau takluk maka jadilah peperangan antara Pengging dan Demak Bintara di Wirasaba. Di perang itu Ki Ageng Pengging Sepuh dalam kondisi terpojok akhirnya wafat di tangan Sunan Ngudung yang menjadi panglima pasukan Demak Bintara. Pengging pun tertaklukkan di bawah pemerintahan Raden Patah.
Selanjutnya untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Raden Kebo Kenanga ditunjuk menjadi penguasa Pengging yang kedua untuk menggantikan ayahnya, karena kakaknya memilih keluar dari Pengging bersedekah.
Namun sebagai penguasa beliau juga tidak menjalani hidup mewah sebagaimana para penguasa pada umumnya, bahkan hidup sebagai petani membaur dengan rakyatnya. Bahkan dikenal sebagai pemimpin yang tekun dalam mengelola pertanian, tekun bertapa maupun olah kanuragan dengan sifat yang sederhana, arif bijaksana, suka membantu rakyatnya serta bersedekah.
Pada awalnya Ki Ageng Pengging sendiri berkehendak hidup membujang, namun ketika sedang bertapa beliau mendapat petunjuk untuk menikahi Rara Alit atau Raden Ajeng Tajug Inten yang merupakan putri dari Raden Harya Gugur, karena ini akan menjadi perantara lahirnya seorang raja besar yang akan menurunkan raja-raja di tanah Jawa. Keesokan harinya Ki Ageng Pengging menemui Ki Ageng Tingkir yang merupakan saudara seperguruannya lalu menceritakan tentang ilham yang diterimanya semalam.
Lalu Ki Ageng Tingkir menyarankan untuk menemui Raden Harya Gugur di Pedukuhan Gugur. Akhirnya keduanya berangkat ke Pedukuhan Gugur namun mampir terlebih dahulu ke tempat Ki Ageng Butuh. Kebetulan pula disitu ada kawan seperguruan lain yang bernama Ki Ageng Ngerang sedang bertamu. Setelah menuturkan maksud ke Pedukuhan Gugur untuk mempersunting Rara Alit, seluruh kawannya mendukung keinginan Ki Ageng Pengging dan mereka berempat berangkat ke Pedukuhan Gugur.
Dalam perjalanan hingga sampai di hutan Jatisari, secara kebetulan mereka bertemu dengan Raden Harya Gugur beserta Rara Alit sendiri. Setelah menyampaikan maksudnya, ternyata Raden Harya Gugur juga mendapat ilham yang sama. Kemudian Raden Harya Gugur mengajak mereka berempat ke tempatnya untuk membicarakan persiapan pernikahan Rara Alit dengan Raden Kebo Kenanga. Dan tidak lama kemudian di Padepokan Raden Harya Gugur pun dilaksanakan pernikahan antara Raden Kebo Kenanga dan Rara Alit. Setelah menginap beberapa hari di Pedukuhan Gugur, Ki Ageng Pengging dan istrinya memohon ijin untuk kembali ke Pengging.
Beberapa bulan kemudian Rara Alit yang kini menyandang gelar Nyai Ageng Pengging pun mengandung. Hingga pada tanggal 18 Jumadilakhir tahun Dal mangsa kawolu menjelang subuh lahirlah seorang bayi laki-laki berparas menawan yang diberi nama Mas Karebet, karena pada waktu lahir Ki Ageng Pengging sedang menanggap wayang beber dengan dalang Ki Ageng Tingkir. Namun naas, Ki Ageng Tingkir sepulang mendalang wafat. Kelak bayi Mas Karebet ini dewasanya akan tersohor dengan nama Raden Jaka Tingkir dan berhasil menjadi raja besar di Kerajaan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya.

Filma Joko Tingkir

Ki Pengging berniat untuk mewariskan senjata pusaka Nogowungu kepada anak angkatnya, Jaka Tingkir  Hal ini dilakukannya karena ia merasa banyak pihak yang ingin memiliki senjata saktinya itu, termasuk kesultanan Demak.

Tindakan yang dilakukan Ki Pengging ini justru berakibat fatal. Tidak sedikit orang-orang jahat yang mengincarnya salah satunya, Nyi Growong . Perebutan senjata pusaka Nogowungu tak terhindarkan, Ki Pengging harus berhadapan dengan Sunan Kudus . Pertarungan ini berakhir pada kematian Ki Pengging. Semenjak kematiannya, nasib Jaka Tingkir semakin terancam.

Sunan Kalijaga  yang mengetahui kondisi tersebut langsung berupaya melindungi bayi Jaka Tingkir sekuat tenaga. Nyi Growong yang berusaha menculik bayi Jaka Tingkir pun mampu dikalahkannya hingga dipenjarakan ke dalam goa. Belum sempat diselamatkan oleh Sunan Kalijaga, Jaka Tingkir sudah hanyut terbawa arus sungai. Beruntung kelak ia ditemukan oleh Ki Ageng Tingkir dan diasuh bersama Nyi Tingkir ) hingga tumbuh remaja.

Bertahun-tahun berlalu, Jaka Tingkir tidak pernah menyadari jika di dalam tubuhnya tersimpan pusaka Nogowungu yang sangat sakti. Hingga akhirnya kekuatan senjata sakti tersebut keluar saat ia melihat Ki Tingkir dibunuh oleh Ki Jrangkong  dengan mata kepalanya sendiri. Kejadian ini membuatnya marah dan mengeluarkan pusaka Nogowungu yang selama ini menjadi incaran Ki Jrangkong dan Nyi Growong.

Sunan Kalijaga yang kebetulan lewat melihat hal tersebut dan kembali menggagalkan niat Nyi Growong yang saat itu telah terbebas dari goa untuk menguasai pusaka Nogowungu. Sunan Kalijaga pun akhirnya mengetahui jika pusaka Nogowung berada di dalam tubuh Jaka Tingkir


.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar