Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah membuat penemuan luar biasa berupa sebuah candi batu bata di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Penemuan ini membuka lembaran baru dalam sejarah arkeologi di wilayah Jawa Tengah.
π·πππππππ π©πππππππππ π
π π«πππ πΊπππππππ
Penemuan ini bermula dari laporan warga setempat yang menemukan struktur bata saat melakukan aktivitas pertanian. Struktur tersebut ternyata adalah bagian dari sebuah candi yang dibangun dengan batu bata merah, menggunakan teknik konstruksi khas periode klasik Hindu-Buddha di Jawa. Tim BRIN yang melakukan ekskavasi mengungkap bagian-bagian candi yang menunjukkan bahwa bangunan ini merupakan situs keagamaan penting.
π«πππππ π·πππππππ π
ππ π¨ππππππ
Selain struktur candi, tim peneliti juga menemukan sejumlah artefak berharga seperti fragmen arca dan peralatan ritual. Artefak-artefak ini menambah bukti bahwa candi ini digunakan untuk tujuan keagamaan, memberikan gambaran tentang kehidupan religius masyarakat pada masa itu.
π²πππππππππ π»πππππ
ππ πΊππππππ π΄ππππππ π²πππ
Penemuan candi ini memperkaya bukti keberadaan Kerajaan Mataram Kuno di wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan analisis awal, candi ini diperkirakan berasal dari periode yang sama dengan prasasti Canggal (732 M) dan prasasti Mantyasih (907 M), yang mencatat pembangunan candi Hindu oleh Raja Sanjaya dan silsilah raja-raja Mataram Kuno.
Kitab-kitab sejarah seperti Nagarakretagama dan Pararaton, meskipun lebih banyak mencatat sejarah Majapahit, juga memberikan konteks mengenai warisan arsitektur dan keagamaan yang ada sebelumnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar