Minggu, 30 Juni 2024
ASAL USUL SILSILAH MARGA BATAK
TAROMBO & ASAL USUL SILSILAH MARGA BATAK
SEJARAH TELEPON DARI MASA KE MASA
BELAJAR KEDUNGKEBO
Jumat, 28 Juni 2024
LUDWIG VAN BEETHOVEN
Kamis, 27 Juni 2024
RAJA & RANI MAJAPAHIT
Sejarah adalah..
SEJARAH ADALAH KEBOHONGAN YANG DISEPAKATI ?
Jalur trem uap Malang Kotalama–Blimbing–Singosari
Jalur ini seluruhnya termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya dan memiliki panjang 12,3 km.
| Jalur trem uap Malang Kotalama–Blimbing–Singosari | |
|---|---|
Jalur trem di alun-alun Kota Malang | |
| Ikhtisar | |
| Jenis | Jalur trem lintas utama |
| Sistem | Jalur trem perkotaan |
| Status | Tidak beroperasi |
| Lokasi | Kota Malang |
| Terminus | Malang Kotalama Singosari MS |
| Operasi | |
| Dibangun oleh | Malang Stoomtram Maatschappij |
| Dibuka | 1901-1903 |
| Ditutup | 1978 |
| Pemilik | PT Kereta Api Indonesia (pemilik aset stasiun) |
| Operator | Wilayah Aset VIII Surabaya |
| Karakteristik lintas | Lintas dataran tinggi |
| Depo | Malang Kotalama (MLK) |
| Data teknis | |
| Panjang lintas | 12 km |
| Lebar sepur | 1.067 mm |
| Kecepatan operasi | 20 s.d. 50 km/jam |

Jalur ini dibangun oleh Malang Stoomtram Maatschappij (MS), difungsikan untuk menghubungkan kawasan-kawasan penting di sepanjang Jalan Raya Surabaya–Malang. Rute jalurnya lurus dan sejajar dengan jalan raya Surabaya–Malang, tidak seperti jalur milik Staatsspoorwegen yang berkelok-kelok dan jauh dari jalan raya tersebut. Untuk segmen Malang Kotalama–Blimbing sendiri dibuka pada tanggal 15 Februari 1903, sedangkan untuk Tumpang–Blimbing–Singosari dibuka lebih awal, pada tanggal 27 April 1901.[1]
Secara total, jalur trem ini memiliki rute Malang Kotalama–Jagalan–Alun-alun Malang–Kayutangan–Celaket–Lowokwaru–Blimbing. Dari Blimbing bercabang dua, satu menuju Singosari, satunya lagi menuju Tumpang. Untuk menunjang operasional dibangun stasiun antarmoda dengan kereta api rel berat milik Staatsspoorwegen. Ada empat stasiun antarmoda yang dibangun oleh MS, yaitu Stasiun Malang Kotalama, Blimbing, Singosari MS, dan Kepanjen MS. Stasiun Malang Jagalan ditetapkan sebagai stasiun utama untuk MS.[2][3]
Jalur ini ditutup pada tahun 1978 karena akses jalan menuju Malang yang semakin mudah tanpa perlu trem lagi. Untuk jalur Blimbing–Tumpang ditutup lebih awal, yaitu pada tahun 1968 dengan alasan yang sama. Kini seluruh aset di jalur kereta api ini dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia.
Jalur trem uap Blimbing–Tumpang
Jalur trem uap Blimbing–Tumpang adalah salah satu jalur trem uap nonaktif di Jawa Timur yang berada di Kota Malang. Jalur ini seluruhnya termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya dan memiliki panjang 16,675 km.
menghubungkan daerah Tumpang dengan Blimbing, Malang yang dekat dengan jalan raya mengingat dahulu aksesnya sangat sukar. Pembangunan jalur ini sepaket dengan jalur Blimbing–Singosari, dibuka pada tanggal 27 April 1901.[1]
Secara total, jalur trem ini merupakan bagian dari jalur trem rute Malang Kotalama–Jagalan–Alun-alun Malang–Kayutangan–Celaket–Lowokwaru–Blimbing. Dari Blimbing bercabang dua, satu menuju Singosari, satunya lagi menuju Tumpang. Untuk menunjang operasional dibangun stasiun antarmoda dengan kereta api rel berat milik Staatsspoorwegen. Ada empat stasiun antarmoda yang dibangun oleh MS, yaitu Stasiun Malang Kotalama, Blimbing, Singosari MS, dan Kepanjen MS. Stasiun Malang Jagalan ditetapkan sebagai stasiun utama untuk MS.[2][3]
Jalur ini ditutup lebih awal, yaitu pada tahun 1968 karena akses jalan menuju Blimbing yang semakin mudah tanpa perlu trem lagi. Kini seluruh aset di jalur kereta api ini dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia.
Bangsa Sumeria
Lebih dari 6.000 tahun yang lalu, sebuah peradaban misterius memiliki peta rinci tata surya kita. Bangsa Sumeria membuat gambar-gambar ini menggunakan tanah liat. Gambar-gambar yang masih ada menunjukkan bahwa mereka memahami bahwa matahari adalah bintang di pusat tata surya dan bahwa planet-planet lain berputar di sekitarnya. Mereka bahkan secara akurat membuat sketsa orbit dan posisi planet-planet. Yang menarik, beberapa lukisan mereka juga menggambarkan gambar aneh dengan makhluk raksasa. Bangsa Sumeria menganggap mereka dewa. Menarik, beberapa gambar dewa ini bahkan menampilkan simbol yang menyerupai urutan DNA manusia. Selain itu, mereka memiliki simbol yang terkait dengan obat-obatan, yang memiliki kemiripan yang signifikan dengan simbol medis modern. Sampai hari ini, kita masih tidak dapat memahami bagaimana ribuan tahun yang lalu, peradaban manusia tertua memiliki pengetahuan mendalam tentang astronomi.
Penyelam Jadul
Penyelam mutiara berhelm didobo,maluku tenggara,tahun 1935
Laut di Maluku mengandung lebih banyak hal menarik secara ekonomi daripada sekadar ikan. Misalnya, penduduk Kepulauan Aroe, sebuah kepulauan dekat New Guinea, telah lama mengkhususkan diri dalam menangkap hiu dan tripang (keduanya untuk pasar Tiongkok) dan menyelam untuk mencari mutiara dan cangkang mutiara. Orang-orang di foto itu, mungkin orang Aroe, bekerja di Perusahaan Dagang Celebes. Ada juga penyelaman 'tradisional' untuk mencari mutiara, sesuatu yang telah ditunjukkan oleh VOC. Wallace menghabiskan beberapa bulan di Dobo (pada tahun 1857, untuk mencari burung cendrawasih), yang ia tulis dengan sangat antusias di Kepulauan Melayu. (P.Boomgaard, 2001). Penyelam mutiara berhelm, Dobo, Kepulauan Aroe, Maluku Tenggara,Kenapa Sejarah Napoleon Diajarkan ?
Bayar Pajak
Potret para warga desa pemilik tanah sedang ingin membayar Belasting (pajak) atas tanahnnya kepada pejabat kontrolir O. Horst di Manggarai pada tahun 1927
Koin Hindia Belanda
Mata uang Hindia-Belanda koin 2.5 sen tahun 1858 kepingan berbahan tembaga dengan diameter 31,0 mm, tebal 2,1 mm, berat 21,30 g.
Jaman Ramses / Fir'aun
"Orang-orang di zaman firaun hidup 1000 Tahun. Tidak heran teknologi mereka begitu canggih! "













