Buku 'Ekologi Kebudayaan Jawa dan Kitab Kedung Kebo' terbit tahun 1986.
Taun 2017 diterbitkan ulang dalam judul 'Sisi Lain Diponegoro, Babad Kedungkebo dan Historiografi Perang Jawa'.
Saya baca buku itu sampe 3 kali. Sampe saya jadi penasaran dengan isinya. Karena buku itu cuman menuturkan garis besarnya aja.
Akhirnya saya cari naskah Babad Kedungkebo. Kemudian saya terjemahkan. Bulan kemarin saya mulai. Bulan ini selese.
Apa yang menarik saya menerjemahkan?
Pertama.
Saya habis ziarah ke tempat pertemuan Diponegoro dengan Kolonel Klerens di Romakamal. Pertemuan terjadi karena keterlihatan Kerto Pengalasan.
Kedua.
Babad Kedungkebo disusun oleh Kerto Pengalasan. Terutama di bagian depan, kisah Diponegoro dan kehidupan Keraton Jogja. Hal yang sangat mungkin tidak diketahui oleh Cokronegoro yang abdi Keraton Solo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar