Jumat, 21 Juni 2024

Kronologi Sejarah Islam di Nusantara

 


800 M - rombongan Nakhoda Khalifah Sayid Ali Al-Muktabar bin Muhammad Dibxzi bin Imam Jafar Al-Shadig.   disambut dengan damai oleh penduduk dan penguasa Perlak yang berkuasa saat itu, yakni Meurah Syahir Nuwi. Dengan cara dakwah yang sangat menarik, akhirnya Meurah Syahir Nuwi memeluk agama Islam sehingga menjadi penguasa pertama yang menganut Islam di Perlak. Di sisi lain, sambil berdakwah, mereka juga menularkan keahlian 

840 M - Berdirinya Perlak, sebuah kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai.

915-918 M - aliran  Syiah dan Sunni terus menyebarkan pengaruhnya hingga sampai pada perebutan kekuasaan dan perlawanan terbuka yang terjadi pada masa sultan Perlak keempat, yakni Sultan Sayid Maulana Ali Mughayat Syah 

918-922 M - Perebutan akhirnya dimenangkan pihak Sunni sekaligus menandai keruntuhan Dinasti Sayid atau Aziziyah dan lahirnya Dinasti Makhdum. Dengan demikian, sultan kelima Perlak sekaligus sultan pertama dari kalangan Sunni adalah Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Syah Johan Berdaulat

1012-1059 M - Islam Sunni terus berkembang bahkan pada zaman Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulat . Bahkan gerakana Sunni berhasil mengislamkan Raja Lingga, Adi Genali, melalui utusannya yang bernama Syekh Sirajuddin.

1292 M - Marco Polo bertandang ke Samudera Pasai saat menjadi pemimpin rombongan yang membawa ratu dari Cina ke Persia. Bersama dua ribu orang pengikutnya, Marco Polo singgah dan menetap selama lima bulan di bumi Serambi Makkah itu. Dan perjalanan dari Marco Polo tersebut dituliskan dalam sebuah buku yang berjudul Travel of Marco Polo.

1297M.- Jika dinasti Turki Usmani mulai menancapkan kekuasaanya pada tahun 1385 M, maka Kerajaan Samudera Pasai lebih dahulu menebarkan pengaruhnya di Asia
Tenggara kira-kira pada tahun 1297

1345 M.   Catatan Ibnu Batutah tersebut bertuliskan “Sebuah negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah,” ketika menggambarkan kekagumannya terhadap keindahan dan kemajuan Kerajaan Samudera Pasai yang sempat disinggahinya selama 15 hari

1346 M - terjadi pergantian kekuasaan dari sultan Malikul Mahmud kepada putranya yaitu Ahmad Permadala Permala dengan gelar kehormatan Sultan Ahmad Malik al-Zahir. Dalam sebuah catatan dituliskan bahwa Sultan Ahmad Malik al-Zahir memiliki lima orang anak, tiga putra dan dua putri. Ketiga putra itu adalah Tun Beraim Bapa, Tun Abdul Jalil dan Tun Abdul Fadil, sementara kedua putrinya adalah Tun Medam Peria dan Tun Takiah Dara.

1420 -1428M - Menurut sejarah, dalam silsilah kerajaan Pasai terdapat nama Sultanah Nahrasiyah (Nahrisyyah) Malikul Zahir, raja perempuan pertama di kerajaan Islam. memiliki penasehat kontroversial bernama Ariya Bakooy yang bergelar Maharaja Bakooy Ahmad Permala. Ariya Bakooy pernah diperingatkan oleh para ulama agar tidak mengawini puterinya sendiri tapi peringatan itu ditentangnya. Bahkan, karena tidak terima keinginan dirinya ditentang, Ariya Bakooy sampai membunuh 40 ulama. Ariya Bakooy akhirnya tewas di tangan Malik Musthofa yang bergelar Pocut Cindan Simpul Alam, yang tidak lain adalah suami Sultanah Nahrasiyah dengan bantuan Sultan Mahmud Alaiddin Johan Syah dari Kerajaan Aceh Darussalam (1409-1465).





1478 - Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah, yang konon merupakan putra dari raja Majapahit terakhir, Brawijaya V, dan seorang putri dari Campa. Raden Patah memimpin Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar al-Fatah dan memproklamirkan berdirinya kerajaan ini


1521 -1546 - Setelah Raden Patah, kekuasaan dilanjutkan oleh putranya, Sultan Trenggana
Demak mencapai puncak kejayaannya dengan melakukan ekspansi wilayah dan memperluas pengaruh Islam di Jawa. Sultan Trenggana berhasil menaklukkan beberapa kerajaan kecil di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta mendirikan beberapa pesantren sebagai pusat pendidikan Islam.

1568 - Perebutan kekuasaan yang berlarut-larut ini melemahkan kekuatan Demak.Hadiwijaya (Jaka Tingkir), Adipati Pajang, berhasil mengalahkan Arya Penangsang dan memindahkan pusat kekuasaan dari Demak ke Pajang, yang kemudian menjadi penerus kerajaan Demak.

Aal Matarami adalah bagian dari Keturunannya Sunan Sunan Walisongo ,Nenek Mereka adalah Para Syarifah Keturunan Walisongo
Sayyid Maulana Husein Jamal-ad-din Al Kubra
⬆️
Sayyid Maulana Ibrahim Samarqondi
⬆️
Sayyid Maulana Ishaq
⬆️
Sunan Giri - Raden Paku - Sayyid Maulana Muhammad Ainul Yaqin
⬆️
Sunan Kidul
⬆️
Pangeran Sobo Ing Giri
⬆️
Syarifah Siti Sabinah + Kyai Ageng Pamanahan
⬆️
Panembahan Senopati - R Danang Sutowijoyo + Syarifah Ratu Mas Jawi Trah Sunan Ngerang
⬆️
Panembahan Hanyokrowati + Syarifah Ratu Mas Hadi binti Pangeran Benowo
⬆️
Sultan Agung Hanyokrokusumo + Syarifah Ratu Wetan Trah Sunan Giri
⬆️
Sunan Amangkurat I + Syarifah Ratu Wetan Kajoran Trah Sunan Ampel
⬆️
Sunan Pakubuwono I + Ratu Mas Balitar
⬆️
Sunan Amangkurat IV
Beputra
- Sunan Pakubuwono II (Pakubuwanan)
- Sultan Hamengkubuwono I (Hamengkubuwanan)
- Pangeran Mangkunegara - RM Sura (Mangkunegaran)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar