Senin, 24 Juni 2024

Sistem Kalender Jawa

 



TAHUN BARU JAWA YANG ASLI - 01 KASA (22 JUNI) PRANATA MANGSA, BUKAN 1 SURO ATAU 1 MUHARRAM
Sebagian besar masyarakat Nusantara khususnya Jawa saat ini hanya mengenal bahwa Tahun Baru Jawa adalah 1 Suro yang bersamaan dengan 1 Muharram.
Padahal kita tahu bahwa 1 Muharram diperingati di seluruh dunia sebagai Tahun Baru Islam. Disinilah muncul berbagai kebingungan dari banyak pihak yg mempertanyakan :
1. Kenapa Tahun Baru Jawa harus sama dengan Tahun Baru Islam ?
2. Kenapa Jawa harus mengekor ajaran dan budaya yg berasal dari ideologi asing ?
3. Apa Jawa masih kurang berbudaya sehingga harus selalu mengekor budaya asing ?
Sebaiknya Jawa tetaplah menjadi Jawa yang murni sejati tanpa campur tangan dari ideologi maupun budaya asing.
Dan di setiap forum diskusi budaya Jawa dimana kami diundang sebagai narasumber sering terlontar pertanyaan-pertanyaan dari peserta anak-anak muda yg kritis mempertanyakan :
Lantas Tahun Baru Jawa yang asli itu dimulai sejak kapan ?
Memang yang di kenal oleh masyarakat luas, tahun yang berlaku saat ini ialah tahun baru Jawa adalah 1 Suro, atau tahun baru saka. Perlu di ketahui bahwa Tahun Baru Jawa 1 Suro yang diperkenalkan oleh Sultan Agung Raja Mataram Islam ke-3 telah di modifikasi atau dirubah, di sesuaikan dengan kepentingan politik & penyebaran agama Islam oleh sejak tahun 1555 Srawana. Apakah sebelum tahun tersebut kalender Jawa tidak ada istilah tahun baru ?
Jawabnya ADA
Hingga kini masyarakat adat Jawa walaupun jumlahnya sedikit namun masih ada yang menggunakan atau mengatakan bahwa hari yang bertepatan dengan tanggal 22 Juni ialah Pranata Masa Kasa atau bulan Kartika, adalah sebutan awal Tahun Baru bagi masyarakat adat Jawa Asli yang belum tercampur dg inflitrasi budaya maupun ajaran keyakinan asing.
Maka tulisan ini hanya sekedar mengingatkan kembali bahwa Tahun Baru Jawa Asli itu menggunakan patokan sistem KALENDER PRANATA MANGSA. Yaitu bergantinya tahun sebelumnya dan menapaki tahun berikutnya yang tidak terpengaruh oleh politik penyebaran agama asing serta penyesatan sejarah.
Posisi Matahari berada paling utara atau dimulainya musim panas menjadi awal mula tahun baru Jawa (Nusantara) sejak 911 SM oleh Mpu Hubayun dalam peradaban Jawa Purwa. Sejak itulah perhitungan wuku, neptu, naga dina, pranata mangsa ditetapkan.
Apabila ditilik berdasarkan penanggalan Jawa yang diciptakan Mpu Hubayun pada 911 SM, maka saat ini (2023) adalah tahun 2934 Jawa (Jawa Asli, bukan Saka, Jawa kini atau Hijriah). Sebuah Kalender asli yang dibuat tidak berdasarkan agama, atau aliran kepercayaan tertentu.
Tanah Jawa yg sangat subur dikenal sebagai tanah agraris dan penghasil kekayaan laut yg besar memiliki kalender yg dibuat berdasarkan garis peredaran matahari sebagai patokan musim tanam hingga musim panen.
Begitu pula dalam kalender Pranata Mangsa ada pedoman ilmu astronomi dan perbintangan bagi para nelayan yg akan melaut. Dimana ada bulan-bulan tertentu kondisi cuaca di laut bagus dan ada bulan-bulan tertentu dimana kondisi laut kurang bersahabat.
Tahun baru Jawa dimulai dari tanggal 1 Mangsa Kasa. Mangsa (Bulan) Kasa berumur 41 hari, dimulai pada 22 Juni hingga 1 Agustus. Biasanya, para petani pada musim ini mulai membakar sisa batang padi di sawah dan mulai bertanam palawija.
Mangsa Kasa ini memiliki watak sesotya murca ing embanan atau permata yang terlepas dari cincin pengikatnya. Watak ini menggambarkan kondisi daun yang berguguran. Biasanya musim ini ditandai dengan belalang yang mulai membuat lubang dan bertelur.
Kami ucapkan SELAMAT TAHUN BARU JAWA bagi rekan-rekan adat beserta seluruh masyarakat Jawa, yang masih menggunakan kalender pranata mangsa di bumi Nusantara ini. Semoga semakin banyak mahluk yg tercerahkan dan kembali kepada jati dirinya
Rahayu Rahayu
Rahayu Kamulyaning Jagad
Rahayu Titah Sagung Dumadi
Suradirajayaningrat
Lebur Dening Pangastuti
Jaya-Jaya Wijayanti
kimbm
22 Juni 2024
01 Kasa 2935 Jawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar